Rumput mendong bukanlah tanaman pangan. Masyarakat
Kabupaten Malang telah lama memanfaatkan rumput mendong sebagai bahan baku
untuk pembuatan tikar. Tikar mendong ini bahkan telah menjadi salah satu produk
unggulan industri kreatif Kabupaten Malang. Tikar
mendong Kabupaten Malang tergolong khas dengan desain yang selalu mengandung
warna merah, hijau dan ungu. Sampai kini tikar mendong diproduksi dengan cara
tenun tradisional dan merupakan
seni kriya yang telah lama berkembang serta menjadi warisan turun-temurun di lingkungan
komunitas pengrajin tikar mendong.
Sebagai alas duduk tikar mendong memiliki beberapa keunggulan,
diantaranya lebih nyaman digunakan di
daerah bersuhu panas dan lebih aman daripada
tikar plastik. Hal ini karena tikar mendong berbahan baku alami. Keunggulan
lain tikar mendong adalah ramah lingkungan sebab limbahnya lebih mudah terurai.
Selain itu karena mendong bukan tanaman pangan, maka tikar mendong mampu memutus
siklus pencemaran, artinya setelah logam berat terserap dalam proses
metabolisme mendong, polutan yang diserap tidak berpindah tempat. Hal ini
berbeda dengan tanaman kangkung dan eceng gondok yang meskipun mampu menyerap
logam berat tidak memutus siklus pencemaran sebab residu polutan masih bisa
masuk ke sistem metabolisme manusia melalui konsumsi langsung.
Tentang Mendong
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar