Kerja Sama

        Hampir seluruh produsen tikar mendong di Kecamatan Wajak adalah  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  UMKM tikar mendong milik Yatemi di Desa Codo dan Home Industry  Anyaman Tikar Mendong milik Sugianto di Desa Blayu adalah dua UMKM anyaman tikar mendong mitra IbM. Kedua UMKM ini telah memiliki alat pintal dan tenun  empat kaki yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malang.        Berdasarkan survei kondisi situasional dinamika kelompok UMKM  tikar mendong di lokasi IbM masih rendah. Keterbatasan bantuan mesin tenun, keterbatasan daerah pemasaran menyebabkan kelompok UMKM kurang responsif. Bantuan yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Malang belum dapat menjadi income generating unit bagi kelompok. Pada akhirnya, alat mesin tenun bantuan yang ada hanya dioperasikan oleh beberapa pengrajin saja antara lain dua mitra IbM. Dengan memilih kedua mitra IbM diharapkan dapat menjadi entry point pemberdayaan kelompok sentra industri kerajinan tikar mendong.Era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat telah menjadikan pasar dan perdagangan semakin terbuka. Teknologi informasi (TI) memungkinkan pembentukan jejaring bisnis nyaris tanpa batas dan menyebabkan informasi bergerak cepat. Kondisi ini memberikan peluang yang setara bagi semua pelaku bisnis tanpa mengenal apakah unit bisnis yang terlibat berskala mikro,  kecil, menengah atau besar. Dengan demikian internet adalah salah satu TI yang dapat memberikan peluang UMKM membuka jaringan pemasaran dan menumbuh kembangkan small and medium enterprise networking. Cyberpreunership berasal dari dua kata cybernetic dan entrepreunership. Cybernetic  berarti integrasi atau komunikasi manusia dengan komputer  dalam melakukan suatu proses kontrol. Sedangkan entrepreunership  adalah kemampuan berfikir kreatif, inovatif, visioner, berkomunikasi dan memotivasi diri untuk memanfaatkan peluang usaha. Cyberpreunership atau infopreneur adalah wirausaha yang bisnis utamanya adalah berbagi dan menjual informasi elektronik, membuat blog atau website, memasarkan produk sendiri atau orang lain. Pangsa pasar cyberpreneur lebih luas karena internet dapat diakses dari seluruh penjuru dunia. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa cyberpreneur adalah mereka yang memanfaatkan cyberspace atau dunia maya untuk mengembangkan bisnis dan memperoleh keuntungan. Cyberpreneur sering diistilahkan sebagai entrepreuner online,  umumnya para  cyberpreneur secara bersama-sama berusaha membuka pasar baru di dunia cyber.       Sebagaimana telah dijelaskan terdahulu, salah satu hambatan yang dihadapi dalam pemberdayaan dan pengembangan UMKM adalah keterbatasan akses pasar. Di lain pihak kemampuan UMKM melakukan promosi sangat minim karena ketiadaan biaya. Kehadiran TI menjadi jawaban atas kendala tersebut. Masyarakat virtual telah memungkinkan anggotanya untuk bertukar pengalaman tanpa melalui broker atau perantara. Tak hanya memasarkan produk cyberpreuner sekaligus dapat menawarkan peluang investasi bagi para investor yang berminat pada produknya. Dengan kata lain cyberpreunership merupakan terobosan pasar,penciptaan pasar baru dan sarana promosi produk yang sangat murah. Namun di sisi lain kondisi sebagian besar komunitas UMKM belum melek teknologi informasi dan komunikasi. Kepemilikan komputer di kalangan UMKM juga masih rendah.        Melihat hal ini Dikti dengan program IbM dengan Fakultas Pertanian mengadakan program Implementasi Cyberpreunership sebagai Upaya Meningkatkan Pemasaran Tikar Mendong di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar